Wagub Tegaskan Clean and Good Governance Jadi Pondasi Pemerintahan
PALU, Radar Sulteng – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr.
Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan bahwa penerapan clean and good
governance harus menjadi pondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan
di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Menurutnya, pemerintahan
yang baik tidak akan terwujud tanpa diawali dengan pemerintahan yang bersih dan
berintegritas.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi
Pengawasan bertajuk "Sinergi Pengawasan dalam Rangka Optimalisasi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah" di Ruang
Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (13/7).
Dalam arahannya, Reny mengajak seluruh kepala perangkat
daerah memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang diskusi yang terbuka untuk
menyelesaikan berbagai persoalan tata kelola pemerintahan. Ia menilai
konsultasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya
persoalan hukum di kemudian hari.
Silakan bertanya apabila ada hal-hal yang masih menjadi keraguan. Sekarang kita harus lebih berhati-hati. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Prinsip pencegahan harus menjadi budaya dalam menjalankan pemerintahan," tegasnya.
Reny menuturkan, komitmen kepemimpinan Gubernur Sulawesi
Tengah Anwar Hafid bersama dirinya adalah membangun pemerintahan yang bersih
terlebih dahulu sebelum mewujudkan pemerintahan yang baik. Integritas,
menurutnya, menjadi pondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional,
akuntabel, dan dipercaya masyarakat.
Kita ingin menjalankan roda pemerintahan yang bersih terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemerintahan yang baik. Tidak bisa hanya baik, tetapi tidak bersih. Karena itu yang kita bangun adalah clean and good governance," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN)
agar senantiasa menjaga integritas sejak awal menerima amanah jabatan.
Menurutnya, tantangan dan godaan dalam birokrasi hanya dapat dihadapi dengan
komitmen moral yang kuat serta kejujuran dalam menjalankan tugas sebagai
pelayan masyarakat.
Kalau kita sudah bersih, insya Allah kita akan menjadi baik. Semua berawal dari niat. Jangan sampai ketika diberi amanah jabatan justru muncul kepentingan-kepentingan pribadi. Mari kita tetap berada di jalan yang benar agar setiap langkah pengabdian mendapat keberkahan dari Allah SWT," pesannya.
Reny berharap melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh
perangkat daerah semakin memahami pentingnya kepatuhan terhadap peraturan,
memperkuat sistem pengawasan internal, serta membangun budaya kerja yang
berintegritas demi mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan bebas
dari praktik korupsi.
Rapat koordinasi itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi
Sulawesi Tengah Novalina, Inspektur Provinsi Sulawesi Tengah Fahrudin Yambas,
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah La Ode Abdul
Sofyan, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh
Direktorat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) RI melalui Zoom Meeting sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat
pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di daerah. (bar/*)
.png)

