Sudah 5 Hari Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Duyu
RUMAH KORBAN - Rumah korban pembunuhan saat tragedi di hari Minggu (26/7/2026). Foto Humas Polresta Palu
Polisi Periksa 7 Saksi
PALU, Radar Sulteng – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Hingga Kamis (30/7/2026), pelaku belum berhasil diamankan.
Humas Polresta Palu, Aiptu Arunda Kadek,
mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah
memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus penyerangan yang menewaskan
ayah dan anak balitanya tersebut.
Sementara kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Saksi yang sudah diperiksa sebanyak tujuh orang, termasuk saksi korban yakni istrinya yang sudah kami mintai keterangan,” ujar Arunda, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, proses pengejaran terhadap
pelaku masih dilakukan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Palu bersama
Polsek Palu Selatan.
Pelakunya masih dalam pengejaran Unit Jatanras Polresta Palu dan Polsek Palu Selatan,” katanya.
Terkait beredarnya foto seseorang yang
disebut-sebut sebagai terduga pelaku di media sosial, Arunda meminta masyarakat
tidak berspekulasi. Polisi belum dapat memastikan kebenaran identitas dalam
foto tersebut karena pelaku belum ditangkap.
Belum bisa kami pastikan bahwa pelakunya adalah dia, karena yang bersangkutan belum ditangkap,” jelasnya.
Kasus pembunuhan tersebut terjadi di Jalan
PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Minggu malam
(26/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Peristiwa itu mengakibatkan seorang ayah
bernama Jamil dan anaknya yang masih berusia dua tahun meninggal dunia,
sementara istrinya, Nurhanisa, mengalami luka dan sempat menjalani perawatan
intensif di RS Bhayangkara Palu.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Palu AKP
Boby Ismail mengungkapkan pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga
pelaku yang berinisial AK. Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran.
Identitas terduga pelaku sudah diketahui, namun sampai saat ini personel masih melakukan pengejaran,” ujar Boby, Senin (27/7/2026).
Boby menjelaskan, terduga pelaku dan korban
Jamil diketahui merupakan rekan kerja di tempat pemotongan ayam. Keduanya tidak
memiliki hubungan keluarga, meski berasal dari kampung yang sama.
Untuk hubungan keluarga tidak ada, tetapi satu kampung. Mereka sesama karyawan di tempat pemotongan ayam di lokasi itu,” katanya.
Hingga kini, polisi belum mengungkap motif
pasti pembunuhan tersebut lantaran pelaku belum berhasil diamankan.
Modusnya belum diketahui karena pelaku belum tertangkap,” ungkapnya.
Dari hasil olah TKP, rumah tersebut diketahui
hanya dihuni oleh Jamil bersama istri dan anaknya. Polisi juga menduga anak
korban meninggal akibat ditindih menggunakan bantal, karena tidak ditemukan
luka tusuk pada tubuh korban balita tersebut. (*)
.png)

