SMAN Model Terpadu Madani Palu Bangun Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa
BERPRESTASI - Siswa dan siswi dari SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu. Foto Andika Nur Hikmah/ Radar Sulteng
PALU, Radar Sulteng – SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu terus mendorong pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun non akademik.
Selain fokus pada pembelajaran di kelas,
sekolah yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu itu juga memberikan
ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.
Wakasek Kesiswaan SMA Negeri Model Terpadu
Madani Palu, Aris Arianto mengatakan, prestasi siswa tidak hanya dibangun
melalui kegiatan perlombaan, tetapi juga melalui pembinaan yang dilakukan
secara berkelanjutan.
Menurutnya, setiap kegiatan yang diikuti siswa
menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan, mulai dari kerja sama,
kepemimpinan, hingga kemampuan berpikir kritis.
Kalau untuk ekstrakurikuler, sebenarnya hampir sama dengan sekolah lain. Tetapi ketika ada lomba-lomba tertentu, kami memberikan pembinaan khusus agar siswa bisa lebih siap dan mampu meraih hasil terbaik,” ujar Aris, Selasa (14/07/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang
menjadi perhatian sekolah adalah pembinaan organisasi siswa, termasuk
pengembangan kemampuan debat melalui komunitas siswa.
Aris menyebut, melalui kegiatan tersebut siswa
dilatih untuk menyampaikan pendapat, berpikir kritis, serta meningkatkan
kemampuan bahasa, khususnya bahasa Inggris.
Misalnya melalui kegiatan debat bahasa Inggris. Itu muncul dari inisiatif siswa sendiri, kemudian sekolah mendukung dengan menyediakan pembina agar kegiatan tersebut bisa berkembang,” katanya.
Selain itu, SMA Madani Palu juga memiliki
prestasi dalam bidang baris-berbaris. Tahun ini, sebanyak 17 siswa berhasil
lolos dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kota Palu dan
Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 siswa lolos
tingkat kota dan lima siswa berhasil lolos tingkat provinsi.
Untuk Paskibra, kami memang melakukan pembinaan serius. Siswa didampingi oleh pembina yang berpengalaman, termasuk alumni Paskibra,” jelas Aris.
Tidak hanya itu, sekolah juga memiliki
sejumlah kegiatan besar yang menjadi wadah bagi siswa untuk belajar mengelola
kegiatan, seperti Madani Art Show (MARS), Madani Islamic Fest, dan Madani Cup.
Aris mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya
bertujuan sebagai ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi
siswa dalam mengatur organisasi dan kepanitiaan.
Kegiatan besar itu menjadi proses belajar bagi siswa. Mereka belajar bagaimana menyusun program, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam sebuah kegiatan,” ujarnya.
Meski aktif dalam berbagai kegiatan, Aris
menegaskan sekolah tetap mengutamakan pembelajaran akademik sebagai tujuan
utama.
Kegiatan non akademik tetap penting, tetapi pembelajaran di kelas tetap menjadi prioritas karena orientasi kami adalah bagaimana siswa bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” tutupnya.(Cr1)
.png)

