Serda Heriyanto Persembahkan Emas untuk Sulteng di Turnamen Petanque Internasional UNESA 2026
Atlet FOPI Sulteng kabupaten Banggai baru saja meraih medali
emas pada nomor paling bergengsi Double Men dalam International Invitational
Petanque Dies Natalis ke-62 UNESA & Bola Baja Cup Bastille Day 2026 yang
berlangsung di Laboratorium Petanque Cak Hasan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan
Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), 7–9 Juli 2026.
Peraih emas PON 2024 ini menggandeng Ahmad, atlet asal Kalimantan Barat, Heriyanto
yang membawa bendera Sulawesi Tengah mulus hingga babak final. Pasangan ini
berhasil menundukkan wakil Jawa Timur.
Prestasi tersebut semakin melengkapi deretan medali emas Serda
Heriyanto yang selama ini konsisten mengukir prestasi pada berbagai kejuaraan
nasional maupun internasional, sekaligus menjadi kebanggaan bagi kesataunnya dan
Provinsi Sulawesi Tengah.
Usai pertandingan, Serda Heriyanto menyampaikan rasa syukur
serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya
di dunia olahraga.
"Terima kasih kepada Panglima Kodam XXIII Palaka Wira yang telah memberikan dukungan sehingga saya bisa terus berkarier di dunia olahraga. Terima kasih juga kepada Ketua FOPI Sulawesi Tengah, Ketua FOPI Banggai, dan coach andalan saya Dr. Andi Brilin Sultan atas bimbingan dan dukungannya," ujar Heriyanto, Jumat (10/7/2026).
Turnamen internasional tersebut menjadi bagian dari
rangkaian peringatan Dies Natalis ke-62 UNESA sekaligus perayaan Bastille Day
atau Hari Nasional Prancis. Kejuaraan digelar melalui kolaborasi antara UNESA,
Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d'Indonésie (IFI) Surabaya,
Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI), dan Pengprov
FOPI Jawa Timur.
Sebanyak 420 atlet dari 10 provinsi serta berbagai kabupaten
dan kota mengikuti kompetisi yang mempertandingkan delapan kategori, mulai dari
tingkat pelajar hingga kategori prestasi dan eksekutif.
Pembukaan dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI
(Purn) Marciano Norman, sedangkan penutupan dihadiri Direktur Institut Français
d'Indonésie (IFI) Surabaya, Vincent Parade, yang menandai eratnya kolaborasi
olahraga dan budaya antara Indonesia dengan Prancis.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan PB FOPI sebagai sarana pembinaan atlet nasional sekaligus menguji kemampuan dan mental bertanding menjelang berbagai kompetisi, khususnya persiapan PON serta SEA Games. (bar)
.png)

