Sekolah Tertimbun Lumpur Area Tambang, Arnila Desak Investigasi
![]() |
Arnila M Ali |
Sebagai legislator dari dapil Morowali dan Morowali Utara Arnila menilai,
kondisi tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam pengelolaan lingkungan di
sekitar area tambang, mengingat dampaknya sampai mengganggu fasilitas
pendidikan anak-anak.
Yang sesungguhnya tertimbun adalah hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak," tegas Arnila, Sabtu (18/07/2026).
Arnila mendesak pemerintah segera melakukan investigasi
terbuka dan independen, tidak hanya mengandalkan laporan dari pihak perusahaan.
Ia meminta seluruh pihak terkait dilibatkan agar penyebab kejadian dapat
diungkap secara objektif, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
kepatuhan lingkungan perusahaan, audit pelaksanaan AMDAL, hingga penegakan
hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Ia juga turut mempertanyakan fungsi pengawasan pemerintah
terhadap aktivitas pertambangan di Morowali selama ini, dengan menyebut
peristiwa tersebut sebagai peringatan bahwa sistem pengawasan lingkungan belum
berjalan optimal.
Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah sekolah tertimbun lumpur dan masyarakat menjadi korban. Pengawasan lingkungan tidak boleh bersifat reaktif, tetapi harus mampu mencegah bencana sebelum terjadi," ujarnya.
Menurut Arnila, setiap perusahaan tambang berkewajiban
menerapkan prinsip good mining practice, termasuk membangun sistem pengendalian
sedimentasi, drainase, dan pengelolaan air tambang yang memadai agar tidak
mencemari lingkungan sekitar. Ia menilai, apabila sistem tersebut dijalankan
sesuai standar, semestinya lumpur tidak sampai menggenangi sekolah maupun
permukiman warga.
Ia turut menyoroti minimnya keterbukaan informasi dari pihak
perusahaan di tengah meningkatnya keresahan warga, dan meminta PT GMU segera
memberikan penjelasan resmi serta membuka akses pemeriksaan apabila merasa
tidak menjadi penyebab kejadian.
Transparansi jauh lebih baik daripada membiarkan spekulasi berkembang," pungkasnya.
Arnila juga meminta pemerintah menghentikan sementara
aktivitas PT GMU apabila hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi kuat bahwa
kegiatan perusahaan membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan, selama
proses investigasi berlangsung.
Investasi memang penting, tetapi keselamatan rakyat jauh lebih penting. Jangan sampai keuntungan ekonomi dibayar dengan rusaknya lingkungan, hilangnya ruang belajar anak-anak, dan penderitaan masyarakat di sekitar wilayah tambang," tambahnya. (ZAR)
.png)

