Prof Zainal : Sulteng Rumah Nyaman Bagi Semua Agama
PERAYAAN - Pembukaan Utsawa Dharmagita ke-16 di Milana Graha Sabha Palu, Kamis malam (2/7/2026).
Utsawa Dharmagita ke-16
PALU, Radar Sulteng – Kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Tengah kembali menunjukkan potret indahnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag bersama jajaran pengurus
FKUB Sulteng hadir langsung memberikan dukungan moral pada pembukaan festival
keagamaan Hindu, Utsawa Dharmagita ke-16 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun
2026, yang digelar di Milana Graha Sabha Palu, Kamis malam 2 Juli 2026.
Kehadiran tokoh moderasi beragama nasional ini
bersama para pemuka agama lainnya mempertegas pesan bahwa setiap gerak syiar
keagamaan di Bumi Tadulako selalu mendapat ruang penghormatan yang tinggi dari
seluruh elemen lintas iman.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainal Abidin
memberikan apresiasi atas terselenggaranya agenda akbar ini.
Rais Syuriyah PBNU ini menegaskan bahwa
kelancaran dan kemegahan acara pembukaan ini menjadi barometer penting bahwa
stabilitas keamanan dan kedamaian di Sulawesi Tengah berada dalam kondisi yang
sangat baik.
Pelaksanaan Utsawa Dharmagita ke-16 ini adalah bukti bahwa benih kerukunan dan toleransi di Sulawesi Tengah tumbuh subur dan mengakar kuat. Ketika umat Hindu dapat berkumpul, melantunkan nyanyian suci keagamaan dengan penuh khidmat, aman, dan damai hal ini menunjukkan Sulawesi Tengah adalah rumah yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh pemeluk agama,” ujar Prof. Zainal Abidin.
Dewan Pakar PB Alkhairaat ini menambahkan,
FKUB akan selalu berdiri di garda terdepan untuk memastikan setiap pemeluk
agama dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan nyaman dan baik.
Perhelatan religius Hindu yang akan
berlangsung maraton hingga Sabtu, 4 Juli 2026 ini diikuti oleh kafilah
perwakilan dari 9 kabupaten dan 1 kota seSulawesi Tengah.
Daerah-daerah yang mengirimkan kontingen
terbaiknya meliputi Poso, Morowali Utara, Morowali, Kota Palu, Banggai, Parigi
Moutong (Parimo), Donggala, Tojo Una-Una (Touna), dan Tolitoli.
Agenda berskala provinsi ini semakin berbobot
dengan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting dan otoritas tertinggi
keagamaan, di antaranya Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Gubernur
Sulawesi Tengah, serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng.
Kehadiran para pejabat tinggi negara dan
daerah bersama jajaran pengurus FKUB Sulteng di bawah kepemimpinan Prof. Zainal
Abidin ini sukses mempertegas bahwa seni, budaya, dan nilai-nilai keagamaan
harus terus dihidupkan sebagai instrumen memperkokoh persatuan bangsa.
Saya merasa bangga dan bahagia malam ini. Utsawa Dharmagita ini bukan hanya milik umat Hindu, tapi kebahagiaan kita bersama warga Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan bahwa di provinsi ini, kebebasan beragama berjalan beriringan dengan rasa aman," tutupnya. (bar/*)
