Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp351 Miliar untuk BERANI Cerdas

Daftar Isi

Data grafis 



Biayai Siswa Miskin hingga Dokter Spesialis Tahun 2026 

PALU, Radar Sulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan melalui Program BERANI Cerdas. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp351 miliar, menjadikannya program dengan porsi pendanaan terbesar dalam Program BERANI sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.

Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers Program BERANI di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Renny Lamadjido itu dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan insan pers.

Menurut dr. Renny, Program BERANI tidak hanya menjadi slogan pemerintahan, tetapi dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program BERANI dirancang bukan sekadar slogan pemerintahan, tetapi kebijakan yang manfaatnya harus langsung dirasakan masyarakat. Pendidikan adalah fondasi masa depan daerah," ujar dr. Renny.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan BERANI Cerdas terus berkembang sejak diluncurkan pada 13 April 2025. Jika pada tahun pertama program lebih difokuskan pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa, kini cakupannya diperluas hingga menyentuh siswa, mahasiswa, guru, serta peningkatan sarana pendidikan.

Dari total anggaran Rp351 miliar, porsi terbesar dialokasikan untuk program beasiswa mahasiswa senilai Rp264 miliar. Pada 2025, program tersebut telah membantu 23.568 mahasiswa. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang sehingga total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa.

Kuota beasiswa juga diperluas dengan menyediakan bantuan bagi 100 mahasiswa Strata 2, 20 mahasiswa Strata 3, serta 10 peserta pendidikan dokter spesialis. Pemerintah juga memberikan bantuan biaya penyelesaian studi bagi mahasiswa yang telah melewati semester delapan.

Selain pendidikan tinggi, BERANI Cerdas juga menghadirkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Dari 463 sekolah di Sulawesi Tengah, hanya 15 sekolah swasta yang belum menerima BOSDA karena masih menerapkan biaya pendidikan.

Untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan, pemerintah menyiapkan Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5 yang terpaksa bersekolah di sekolah swasta berbayar.

Kalau ada keluarga yang tidak diterima di SMA negeri kemudian memilih sekolah swasta yang berbayar, selama masuk desil 1 sampai desil 5, pemerintah akan membiayai," kata Firmanza.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp21,56 miliar untuk membiayai uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK, serta Rp1,75 miliar untuk bantuan seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan juga diberikan kepada tenaga pendidik. Sebanyak 99 guru memperoleh beasiswa Strata 2 melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka dengan anggaran Rp2,48 miliar.

Sementara itu, sekolah-sekolah di wilayah terpencil mulai mendapatkan akses internet melalui layanan Starlink dengan dukungan anggaran Rp430 juta. Pemerintah juga memperkuat sarana pendidikan melalui revitalisasi sekolah dengan dukungan anggaran hampir Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk memperbaiki 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB.

Firmanza mengatakan minat masyarakat terhadap pendidikan terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang mencapai sekitar 22 ribu orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 18 ribu pendaftar. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, pemerintah menyiapkan 5.141 rombongan belajar di seluruh Sulawesi Tengah.

Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan," tegas Firmanza.

Melalui perluasan beasiswa, subsidi biaya pendidikan, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah hingga revitalisasi sarana belajar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap BERANI Cerdas menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan mampu meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang.(*/bar)


 

IKLAN