Pemda Morut Perkuat Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
KERJA SAMA - Bupati Morowali Utara Delis di Jakarta dengan , Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan beserta jajaran, di Jakarta. Foto Kominfo Morut
Morut, Radar
Sulteng - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus memperkuat komitmennya
dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh
pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat koordinasi tindak
lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan BPJS
Ketenagakerjaan yang berlangsung di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jalan HR
Rasuna Said, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh anggota Dewan Pengawas
BPJS Ketenagakerjaan Abraham Lahabato, Deputi Bidang Kepesertaan BPJS
Ketenagakerjaan beserta jajaran, perwakilan Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku,
serta sejumlah pejabat BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dipimpin langsung oleh
Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, didampingi
Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, MM.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk
memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Morowali
Utara, termasuk penguatan kolaborasi dengan jaringan mitra keagenan Penggerak
Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) sebagai ujung tombak perluasan layanan
hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menegaskan
bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian dari
tanggung jawab negara yang harus dapat dirasakan oleh seluruh pekerja tanpa
terkecuali.
Menurutnya, pesatnya pertumbuhan investasi dan aktivitas
ekonomi di Morowali Utara, terutama pada sektor industri, pertambangan,
perkebunan, dan usaha mikro, harus diimbangi dengan sistem perlindungan sosial
yang kuat dan berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan bagi para pekerja. Kami ingin memastikan setiap pekerja di Morowali Utara memiliki rasa aman dalam bekerja karena terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari manfaat program ini," tegas Delis.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara akan
mengoptimalkan peran agen PERISAI sebagai mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan
untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum tersentuh layanan,
seperti petani, nelayan, pekerja rentan, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor
informal di wilayah pedesaan.
Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar memperluas jumlah peserta, tetapi membangun budaya perlindungan sosial di tengah masyarakat. Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat fondasi kesejahteraan keluarga dan semakin tangguh daerah menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi," ujar Delis.
Selain memperkuat jaringan kepesertaan, Pemerintah Kabupaten
Morowali Utara juga akan melakukan harmonisasi regulasi daerah serta
mengoptimalkan dukungan kebijakan dan penganggaran guna memastikan
keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Optimalisasi kerja sama tersebut diharapkan mampu
meningkatkan cakupan kepesertaan secara signifikan sekaligus mempercepat akses
layanan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat hingga ke wilayah-wilayah
terpencil.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan BPJS
Ketenagakerjaan juga dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda
pembangunan nasional, khususnya memperkuat sistem perlindungan sosial bagi
pekerja sebagaimana diamanatkan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Melalui perluasan kepesertaan, pemerintah daerah berharap
tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya
saing, sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan
kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya pembangunan daerah yang
berkelanjutan.(bar/*)
