PBSI Sulteng Perkuat Program Pembinaan, Bidik Lahirkan Atlet Nasional dari Daerah
![]() |
| Ketua Umum Pengprov PBSI Suleng Ir Gufran Ahmad |
Kelola GOR Siranindi sebagai pusat latihan, dorong sertifikasi pelatih dan wasit, hingga membuka peluang kerja sama dengan PB Djarum.
PALU, Radar Sulteng – Pengurus Provinsi Persatuan
Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah terus menjalankan
berbagai program strategis untuk memperkuat pembinaan bulu tangkis di daerah.
Fokus utama organisasi saat ini tidak hanya mengejar prestasi jangka pendek,
tetapi membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan mulai dari atlet, pelatih,
hingga perangkat pertandingan.
Ketua Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad,
mengatakan pembinaan atlet menjadi prioritas utama organisasi agar Sulawesi
Tengah mampu melahirkan lebih banyak pemain yang mampu bersaing di tingkat
nasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadikan Gedung
Olahraga (GOR) Bulu Tangkis Siranindi di Kota Palu sebagai pusat pembinaan
atlet. Fasilitas tersebut dioptimalkan sebagai tempat latihan sekaligus
pemusatan atlet-atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota.
"Kami ingin pembinaan atlet dilakukan secara lebih terarah. GOR Siranindi kami siapkan sebagai pusat pembinaan sehingga atlet-atlet terbaik dari daerah dapat berkembang dengan sistem latihan yang lebih baik," kata Gufran saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus PBSI Kabupaten Parigi Moutong masa bakti 2024–2029, Kamis (16/7).
Selain memperkuat pusat pembinaan, PBSI Sulawesi Tengah juga
tengah membuka peluang kerja sama dengan PB Djarum melalui skema mitra atau
satelit pembinaan di Sulawesi Tengah. Program tersebut diharapkan memberikan
akses pembinaan berkualitas bagi atlet daerah tanpa harus meninggalkan kampung
halaman.
Menurut Gufran, apabila kerja sama tersebut dapat
terealisasi, atlet-atlet potensial asal Sulawesi Tengah memiliki kesempatan
memperoleh metode latihan berstandar nasional tanpa harus mengikuti pembinaan
di Pulau Jawa.
"Kami berharap nantinya anak-anak Sulawesi Tengah cukup dibina di Palu. Dengan hadirnya mitra PB Djarum, peluang melahirkan atlet nasional tentu akan semakin besar," ujarnya.
PBSI Sulawesi Tengah juga terus mendorong seluruh pengurus
kabupaten dan kota meningkatkan jumlah atlet yang terdaftar dalam Sistem
Informasi (SI) PBSI. Seluruh data atlet kini telah terintegrasi secara digital
sehingga proses pembinaan maupun keikutsertaan dalam kejuaraan dilakukan secara
lebih tertib dan profesional.
"Seluruh atlet harus masuk dalam sistem. Administrasi sekarang sudah berbasis digital sehingga data atlet menjadi lebih valid dan pembinaan lebih mudah dilakukan," jelasnya.
Tak hanya berfokus pada atlet, PBSI Sulawesi Tengah juga
memberi perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia
olahraga. Pada September mendatang, organisasi akan menggelar Musyawarah Kerja
Provinsi (Mukerprov) yang dirangkaikan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov),
serta pelatihan dan sertifikasi bagi pelatih maupun wasit.
Gufran mengungkapkan Sulawesi Tengah telah dua kali
menyelenggarakan pelatihan pelatih bersertifikat BWF Level 1. Bahkan, beberapa
pelatih asal daerah kini dipercaya menangani atlet di luar negeri.
Di sektor perwasitan, Sulawesi Tengah juga telah memiliki
delapan wasit nasional berkualifikasi B yang beberapa di antaranya dipercaya
bertugas pada turnamen internasional seperti Indonesia Open dan Indonesia
Masters.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih dan wasit merupakan
bagian penting dalam membangun ekosistem bulu tangkis yang sehat dan
kompetitif.
Selain itu, PBSI Sulawesi Tengah terus mendorong setiap
kabupaten dan kota mengaktifkan kembali klub-klub bulu tangkis sebagai ujung
tombak pembinaan usia dini. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi untuk
mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu memperkuat daerah pada ajang Pekan
Olahraga Provinsi (Porprov) maupun kompetisi tingkat nasional.
Gufran menegaskan keberhasilan pembinaan olahraga tidak
hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi
dengan dunia usaha melalui program sponsorship agar pembinaan atlet dapat
berjalan secara berkesinambungan.
"Dengan pembinaan yang terstruktur, SDM yang berkualitas, serta dukungan berbagai pihak, kami optimistis Sulawesi Tengah mampu melahirkan atlet-atlet bulu tangkis yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya. (bar/*)
.png)

