Masih Ada Orang Tua Siswa Bawa Kursi ke Sekolah
RAPAT KOMISI - Irsan Satria (tengah) saat memaparkan hasil laporan terkait masalah fasilitas pendidikan (Andika Nur Hikmah/ Radar Palu)
DPRD Kota Palu Minta Pemkot Responsif
PALU, Radar Sulteng – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kota Palu masih menjadi perhatian DPRD Kota Palu.
Dalam rapat kerja hasil pertemuan mitra Komisi
A, B, dan C bersama Badan Anggaran (Banggar), DPRD meminta pemerintah daerah
memprioritaskan pemenuhan fasilitas belajar yang masih kurang di sejumlah
sekolah pada pembahasan Perubahan APBD 2026 maupun KUA-PPAS APBD 2027.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota
Palu, Irsan Satria, saat memaparkan hasil rapat bersama mitra kerja di Gedung
DPRD Kota Palu, Jalan Moh. Hatta, Jumat (24/06/2027).
Ia mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan
masih banyak sekolah di Kota Palu khususnya SD dan SMP yang kekurangan mobiler,
seperti meja dan kursi, sehingga perlu mendapat perhatian serius.
Yang pertama, Dinas Pendidikan memang masih banyak sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu yang boleh dikata masih kekurangan mobiler. Jadi memang kami di Komisi A mendorong teman-teman OPD ini untuk bagaimana ke depannya jangan lagi ada sekolah yang tidak mempunyai mobiler,” kata Irsan Satria.
Menurut Irsan, kondisi tersebut berdampak
langsung terhadap proses belajar mengajar. Bahkan, pihaknya masih menerima
laporan adanya siswa yang belajar di lantai maupun membawa kursi sendiri ke
sekolah karena keterbatasan fasilitas.
Yang utama anak-anak siswa kita ini masih ada yang informasi bahwa ada yang masih melantai atau ada yang bawa kursi ke sekolah, informasinya begitu. Alhamdulillah lewat temu mitra kita kemarin, kita dorong Dinas Pendidikan, insyaallah tahun berikutnya bisa diantisipasi,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Anggota DPRD Kota
Palu, Rustia Tompo. Ia menilai persoalan pendidikan bersama sektor kesehatan
menjadi perhatian utama Komisi A karena masih banyak fasilitas yang harus
dipenuhi, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kota
Palu.
Memang benar mengenai masalah sekolah-sekolah masih banyak sekali membutuhkan fasilitas-fasilitas yang ada, terutama di pelosok-pelosok. Ini benar-benar saya tidak mengusulkan yang banyak, tetapi hanya dua poin ini, masalah pendidikan dengan hospital itu menjadi satu concern kami dari Komisi A. Karena dua OPD ini benar-benar sangat kita dorong ke depannya,” kata Rusdia Tompo.
Rustia berharap pemerintah daerah bersama
seluruh OPD dapat memberi perhatian lebih terhadap pemenuhan kebutuhan
pendidikan dalam pembahasan Perubahan APBD 2026. Menurutnya, peningkatan
kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa dukungan sarana yang memadai.
Tanpa pendidikan, fasilitas yang memadai saya rasa pun apa yang menjadi keinginan kita bersama tidak akan tercapai. Makanya perubahan nanti di 2026 ini benar-benar harus kita memintakan persetujuan dari beberapa OPD untuk mari kita bekerja sama menggolkan apa yang menjadi keinginan, baik itu sekolah maupun hospital,” tutupnya. (Cr1)
.png)

