Lantik Pengurus PBSI Parigi Moutong, Gufran Ahmad Minta Perbanyak Atlet Terdaftar dan Fokus Cetak Bibit Muda

Daftar Isi

 

Pelantikan Pengurus PBSI Parigi Moutong Masa Bakti 2025-2029 di Parigi, Kamis 16 Juli 2026. Foto dok PBSI Sulteng

Pelantikan pengurus periode 2024-2029 Sejarah Baru Bulu Tangkis di Parigi Moutong.

PARIGI MOUTONG, Radar Sulteng – Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, mengajak kepengurusan PBSI Kabupaten Parigi Moutong yang baru dilantik untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus meningkatkan jumlah atlet yang terdaftar dalam Sistem Informasi (SI) PBSI.

Pesan itu disampaikan Gufran saat menghadiri pelantikan Pengurus PBSI Kabupaten Parigi Moutong masa bakti 2024–2029, Kamis (16/7).

Dalam sambutannya, Gufran mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut memiliki makna tersendiri karena menjadi momen bersejarah bagi organisasi bulu tangkis di Parigi Moutong.

"Ini merupakan sejarah. Untuk pertama kalinya pengurus PBSI Kabupaten Parigi Moutong dilantik secara resmi. Saya berharap momentum ini menjadi awal kebangkitan bulu tangkis di daerah," ujarnya.

Ia berharap kepengurusan yang dipimpin Abdul Gafur mampu membangun organisasi yang solid sekaligus menjadi penggerak lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Parigi Moutong.

Selain penguatan organisasi, Gufran menyoroti pentingnya pendataan atlet melalui Sistem Informasi PBSI. Menurutnya, seluruh atlet yang akan mengikuti pembinaan maupun kompetisi wajib tercatat dalam sistem yang kini diterapkan secara nasional.

"Jumlah atlet yang masuk dalam SI PBSI harus terus ditingkatkan. Data atlet yang lengkap akan memudahkan proses pembinaan sekaligus menjadi dasar mengikuti berbagai kejuaraan resmi," katanya.

Ia menjelaskan, digitalisasi administrasi olahraga membuat seluruh identitas dan rekam jejak atlet terdokumentasi dengan baik sehingga proses pembinaan menjadi lebih profesional dan transparan.

Gufran juga menegaskan bahwa peningkatan prestasi tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, investasi terbesar harus dimulai dari pembinaan atlet usia dini melalui klub-klub bulu tangkis yang aktif di setiap daerah.

"Kalau ingin memiliki atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional, pembinaannya harus dimulai sejak usia muda. Klub-klub harus kembali aktif mencari dan membina bibit-bibit potensial," ujarnya.

Ia mengakui proses mencetak atlet membutuhkan waktu, kesabaran, serta dukungan berbagai pihak. Namun, hasil pembinaan atlet lokal akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali, Gufran berharap PBSI Parigi Moutong mampu mempersiapkan atlet terbaiknya sejak sekarang melalui program latihan yang terarah dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, ia mengajak pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembinaan bulu tangkis agar prestasi olahraga Sulawesi Tengah terus meningkat di masa mendatang. (bar)

 


 

IKLAN