Ibadah Umrah Masih Jadi Alasan Utama Warga Sulawesi Tengah Urus Paspor
![]() |
| ILUSTRASI |
PALU, Radar Sulteng – Ibadah umrah masih
menjadi alasan utama masyarakat Sulawesi Tengah mengurus paspor.
Hingga pertengahan 2026, tercatat sekitar
2.000 paspor telah diterbitkan oleh tiga kantor imigrasi di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, sepanjang 2025 jumlah dokumen perjalanan yang diterbitkan
mencapai sekitar 3.000 paspor.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin
Tinggal, dan Status Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi
Sulawesi Tengah, Lexie Aldrin Mangindaan, mengatakan layanan penerbitan paspor
dilakukan oleh Kantor Imigrasi Palu, Morowali, dan Banggai.
Dari seluruh permohonan yang masuk, mayoritas
paspor digunakan untuk keperluan ibadah umrah.
Selain umrah, ada juga masyarakat yang membuat paspor untuk wisata maupun kunjungan ke luar negeri," katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (16/7/2026).
Lexie menjelaskan, jumlah permohonan paspor
terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Karena itu, jumlah pemohon
setiap tahun tidak selalu sama. Meski demikian, permintaan paspor untuk
perjalanan ibadah tetap mendominasi dibandingkan tujuan lainnya.
Ia memastikan setiap pemohon menjalani proses
wawancara untuk memastikan tujuan keberangkatan. Langkah tersebut dilakukan
agar paspor tidak disalahgunakan, terutama untuk bekerja di luar negeri tanpa
melalui prosedur resmi.
Kalau sejak awal terindikasi akan digunakan untuk bekerja secara tidak sesuai ketentuan, permohonannya bisa ditolak," tegasnya.
Tak hanya saat pengajuan, pengawasan juga
dilakukan ketika calon penumpang akan berangkat ke luar negeri. Petugas akan
memeriksa calon pekerja migran yang diduga berangkat secara nonprosedural.
Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,
Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah juga mengoptimalkan program E-Passport.
Melalui layanan jemput bola tersebut, petugas
mendatangi kelompok masyarakat, termasuk calon jemaah haji dan umrah di
berbagai kabupaten dan kota.
Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses layanan, tetapi seluruh proses tetap mengacu pada SOP yang berlaku," pungkasnya. (Cr1)
.png)

