HUT SMAN Model Terpadu Madani Palu, Firmanza : Tes Kemampuan Akademik Sulteng Masih Rendah, Perlu Belajar Lebih Keras

Daftar Isi
Firmanza, Kadis Pendidikan Sulteng pada HUT SMAN Madani Palu

PALU, Radar Sulteng – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza DP mengakui kualitas pendidikan di daerah masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. 

Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dinilai belum memuaskan, sehingga sekolah-sekolah berprestasi didorong menjadi acuan untuk memperbaiki mutu pendidikan secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan Firmanza saat menghadiri peringatan HUT ke-21 SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu, Jumat (17/07/2026), Jalan Soekarno-Hatta.

Firmanza mengungkapkan, meski sejumlah sekolah telah mencatatkan hasil membanggakan, secara umum capaian TKA Sulawesi Tengah masih tertinggal dibanding banyak daerah lain di Indonesia.

Kalau melihat capaian TKA kita, memang masih perlu kerja keras. Kita masuk lima besar, tetapi lima besar dari bawah. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk segera berbenah,” katanya.

Menurut Firmanza, keberhasilan sekolah yang mampu mencetak prestasi dan memperoleh nilai TKA di atas rata-rata nasional tidak boleh berhenti sebagai pencapaian satuan pendidikan semata. Pengalaman tersebut harus ditularkan agar menjadi pemicu peningkatan kualitas sekolah lain.

Kita harus belajar dari sekolah yang sudah berhasil. Tidak ada salahnya mengamati, meniru, lalu memodifikasi strategi yang terbukti efektif agar mutu pendidikan di Sulawesi Tengah bisa meningkat bersama,” ujarnya.

Selain capaian TKA, Firmanza juga menyoroti Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang pada 2025 masih berada di angka 60,88. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak aspek layanan pendidikan yang perlu dibenahi.

Kami menargetkan capaian itu bisa meningkat hingga mendekati angka 80. Target tersebut hanya bisa diwujudkan jika seluruh pihak bergerak bersama, mulai dari pemerintah, kepala sekolah, guru hingga pemangku kepentingan lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi antar sekolah, berbagi praktik baik, serta penguatan kualitas pembelajaran menjadi langkah yang harus dipercepat agar daya saing pendidikan Sulawesi Tengah terus meningkat.(Cr1)


 

IKLAN