Gubernur Dorong Transformasi Digital Pertanian
SIGI, Radar Sulteng - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong digitalisasi sistem pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
itu disampaikannya saat membuka Rapat
Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan
Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo,
Sigi.
Menurutnya, seluruh data petani sudah harus
terintegrasi secara digital agar pemerintah dapat menyusun kebijakan berbasis
data yang akurat.
Sudah bukan zamannya lagi semua dikerjakan secara manual. Kita harus tahu berapa jumlah petani, di mana mereka berada, bagaimana kondisi lahannya, sampai kondisi keluarganya. Dengan data yang lengkap, bantuan pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian
terhadap petani penggarap yang selama ini kerap belum tersentuh berbagai
program bantuan karena tidak memiliki sertifikat kepemilikan lahan.
Tujuan akhir semua program ini adalah kesejahteraan petani. Kita tidak boleh hanya melihat lahannya, tetapi juga melihat kondisi keluarganya, pendidikan anak-anaknya, hingga akses mereka terhadap pelayanan kesehatan.”
Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya
keterlibatan pemerintah daerah dalam program cetak sawah baru yang menjadi
program strategis Kementerian Pertanian.
Menurutnya, pemerintah daerah harus aktif
memastikan lokasi yang diusulkan benar-benar layak dikembangkan sehingga target
nasional dapat tercapai.
Jangan sampai lokasi ditentukan hanya berdasarkan peta di atas meja tanpa melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Kita yang paling tahu kondisi daerah kita,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program
tersebut membutuhkan sinergi seluruh pihak agar target penambahan luas sawah
tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.
Menutup arahannya, Anwar Hafid meminta seluruh
kepala dinas pertanian memanfaatkan rapat koordinasi untuk menginventarisasi
seluruh persoalan yang dihadapi masing-masing daerah.
Seluruh rekomendasi hasil rapat akan dibahas kembali bersama para bupati dan menjadi bahan penyusunan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Saya ingin rekomendasi dari rapat ini menjadi dasar kita menyusun kebijakan. Bukan lagi program yang dibuat dari belakang meja, tetapi benar-benar lahir dari kebutuhan daerah.”
Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan
apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian yang selama ini menjadi ujung
tombak pembangunan pertanian di lapangan.
Dengan memohon ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi,
kabupaten/kota, penyuluh, dan petani, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
optimistis target peningkatan produktivitas padi hingga rata-rata 6 ton per
hektare pada 2027 dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah
sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional. (bar/*)
.png)

