Gereja Harus Jadi Benteng Iman di Tengah Arus Digitalisasi

Daftar Isi
HARI JADI
- Ketua TP-PKK Kota Palu Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P., saat menghadiri perayaan HUT ke-40 GKST Jemaat Effatha Palu, Senin (6/7/2026).

PALU, Radar Sulteng - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P., mengajak keluarga besar GKST Jemaat Effatha Palu memperkuat iman dan karakter dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan globalisasi.

Pesan tersebut disampaikan Diah saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 GKST Jemaat Effatha Palu, Senin (6/7/2026). Perayaan tersebut mengangkat tema “Jemaat yang Kuat Imannya Hidup di Era Digitalisasi dan Globalisasi.”

Menurut Diah, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, ketika perkembangan teknologi dan arus informasi bergerak begitu cepat serta membawa berbagai dampak positif maupun tantangan baru.

Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Palu, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Ulang Tahun ke-40 kepada seluruh keluarga besar GKST Jemaat Effatha Palu. Empat puluh tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika, tantangan, sekaligus penyertaan Tuhan yang luar biasa,” ujar Diah.

Ia mengatakan, momentum ulang tahun gereja menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pelayanan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Diah menyebut, kemajuan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan seperti penyebaran informasi palsu, berkurangnya interaksi sosial, hingga pengaruh negatif terhadap kehidupan generasi muda.

Oleh karena itu, iman yang kokoh harus menjadi fondasi utama agar kita mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana, menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan kasih, damai, dan nilai-nilai kebaikan,” katanya.

Ia menilai gereja memiliki peran penting dalam membentuk umat yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan kepedulian sosial.

Diah menegaskan, Pemerintah Kota Palu berkomitmen membangun daerah tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang religius, toleran, dan berkarakter.

Dukungan lembaga keagamaan seperti GKST Jemaat Effatha Palu sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Diah juga mengapresiasi kontribusi para pendeta, majelis, pelayan, dan jemaat GKST Effatha Palu yang selama ini turut mengambil bagian dalam pembangunan Kota Palu melalui kegiatan sosial, pembinaan umat, dan penguatan nilai persaudaraan.

Selain itu, ia menyampaikan pesan Wali Kota Palu agar masyarakat tetap menjaga persatuan serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Jangan mudah mendengarkan atau mempercayai hal-hal yang belum jelas kebenarannya. Mari kita perkuat persaudaraan, kekompakan, dan toleransi di tengah masyarakat,” tuturnya.

Diah juga mengimbau masyarakat yang menemukan persoalan di lingkungan masing-masing agar menyampaikan aspirasi melalui kanal pengaduan Pemerintah Kota Palu, salah satunya aplikasi SanguPalu.

Ia berharap GKST Jemaat Effatha Palu terus bertumbuh menjadi gereja yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayanan, menguatkan seluruh jemaat dalam iman, serta menjadikan GKST Jemaat Effatha Palu semakin bertumbuh dan menjadi berkat bagi Kota Palu, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (bar)


 

IKLAN