Gempa M5,1 Guncang Buol, Satu Pasien RSUD Meninggal Dunia

Daftar Isi

PALU, Radar Sulteng – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7) malam pukul 21.46 WITA. Gempa yang berpusat di laut sekitar 37 kilometer timur laut Buol itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, memicu kepanikan warga, serta menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, ST., M.Si., dalam laporan resmi yang diterima Senin (13/7) dini hari menyebutkan, berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada koordinat 1,31° Lintang Utara dan 121,36° Bujur Timur dengan kedalaman 21 kilometer.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun masyarakat sempat panik dan melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap lebih aman," ujar Asbudianto.

BPBD mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut, di antaranya Kantor Mal Pelayanan Publik, Kantor Inspektorat Kabupaten Buol, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Kabupaten Buol, Rumah Makan Daeng Sugi di Leok 2, serta beberapa rumah warga di Lingkungan Bundo, Kelurahan Kali, dan kawasan Leok 2.

Selain kerusakan bangunan, BPBD juga melaporkan satu korban meninggal dunia, yakni seorang pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Mokoyurli Buol. Hingga saat ini belum ada laporan korban luka lainnya.

Guncangan gempa membuat warga di hampir seluruh 11 kecamatan di Kabupaten Buol berhamburan keluar rumah. Sebagian masyarakat memilih mengungsi ke kawasan yang lebih tinggi, seperti Gunung Kali dan Kelurahan Kulango, sebagai langkah antisipasi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Buol hingga kini masih melakukan pendataan dan asesmen di lapangan untuk memastikan kondisi bangunan maupun dampak yang ditimbulkan.

BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, antara lain tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian bagi lanjut usia, genset, terpal, serta dukungan anggaran untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Asbudianto menyampaikan, kondisi di Kabupaten Buol saat ini telah berangsur kondusif. Sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pemerintah bersama BPBD terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD," tutup Asbudianto. (bar)


 

IKLAN