Festival Rakyat Nusantara Serentak 33 Provinsi di Indonesia
FESTIVAL RAKYAT - Gufran Ahmad menyampaikan sambutan pada malam pembukaan Festival Rakyat Nusantara di Lapangan Imanuel Palu, Selasa malam (14/7/2026). Foto Andika/ Radar Sulteng
Sinergi Dunia Usaha dan TNI Bangkitkan Ekonomi Sulteng
PALU, Radar Sulteng – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, S.T., menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di Sulawesi Tengah melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026.
Festival yang berlangsung di Lapangan Immanuel
Palu, Selasa malam (14/7/2026), dibuka dengan penampilan tari kreasi bertema
Piala Dunia 2026 yang dipadukan dengan tari kreasi nusantara dari berbagai
daerah di Indonesia. Atraksi tersebut menjadi simbol semangat persatuan
sekaligus kolaborasi dalam membangun perekonomian nasional.
Menurut Gufran, penyelenggaraan Festival
Rakyat Nusantara merupakan tindak lanjut dari arahan Panglima TNI dan Kadin
Indonesia yang dilaksanakan secara serentak di 33 provinsi di Indonesia.
Ini adalah bentuk sinergi antara dunia usaha dan TNI dalam mendukung stabilitas keamanan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kadin hadir untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan investasi di Sulawesi Tengah," ujarnya.
Gufran mengatakan, stabilitas keamanan menjadi
faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Karena itu,
kolaborasi antara dunia usaha dan aparat keamanan harus terus diperkuat agar
pembangunan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.
Sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tengah periode
2026–2031, ia berharap organisasi yang dipimpinnya mampu memberikan kontribusi
nyata terhadap pelaksanaan visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kami berharap ke depan Kadin Sulawesi Tengah dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya di sektor ekonomi, investasi, dan pemberdayaan UMKM," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pangdam XIII/Palaka Wira beserta jajaran Kodam
dan Kodim, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival
Rakyat Nusantara sehingga dapat berjalan dengan lancar.
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah daerah, Pangdam, Kodam, Kodim, dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga sinergi ini terus terjaga untuk kemajuan Sulawesi Tengah," tutupnya.
Ketua Panitia Festival Rakyat Nusantara 2026
Sulawesi Tengah, Faradiba Zaenong, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil
kolaborasi Kodam XXIII/Palaka Wira, Kadin Sulawesi Tengah, dan Pemerintah
Provinsi Sulawesi Tengah yang didukung dunia usaha, komunitas, media, serta
masyarakat.
Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan, seperti pameran UMKM, festival kuliner, pentas seni dan budaya, olahraga, berbagai perlombaan, pelayanan publik, hingga nonton bareng Piala Dunia 2026,” kata Faradiba.
Menurut Faradiba, penyelenggaraan festival
tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi
pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pemasaran.
Panitia pun berharap seluruh rangkaian
kegiatan dapat berjalan lancar serta memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku
usaha di Sulawesi Tengah.
Festival Rakyat Nusantara 2026 menggabungkan
berbagai kegiatan seperti nonton bareng Piala Dunia, Expo UMKM, hiburan rakyat,
perlombaan, hingga promosi produk unggulan daerah. Kegiatan ini diharapkan
mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat kolaborasi
antara pemerintah, dunia usaha, dan unsur TNI dalam mendukung pembangunan
daerah.
Festival hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tengah, Kodam XIII/Palaka Wira, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Sulawesi Tengah itu resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid,
M.Si., di Lapangan Immanuel, Kota Palu, Selasa (14/7/2026). Kegiatan akan
berlangsung selama tujuh hari, hingga 20 Juli 2026. (cr1)
.png)

