Era Kebangkitan Pohon Kelapa Dimulai dari Sulawesi Tengah

Daftar Isi

INVESTASI RP 1,6 T - Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengunjungi pembangunan pabrik kelapa di kawasan industri BTIG Wabau, Morowali, Selasa (21/7/2026). 

Gubernur Kunjungi PT BTIIG 

PALU, Radar Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menyambut positif pembangunan pabrik kelapa di kawasan industri PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di Wabau, Kabupaten Morowali. Menurutnya, investasi tersebut menjadi kabar besar yang patut disyukuri karena membuka jalan bagi hilirisasi komoditas kelapa di Sulawesi Tengah.

Pembangunan pabrik kelapa di kawasan industri BTIG Wabau, Morowali, adalah kabar besar yang patut kita syukuri. Sebagai putra daerah, saya melihat ini sebagai anugerah bagi Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid melalui rilis.

Ia mengatakan, selama ini sebagian besar hasil kelapa dari Sulawesi Tengah dijual keluar daerah dalam bentuk bahan mentah. Dengan hadirnya industri pengolahan berkapasitas besar, daerah memiliki peluang untuk mengolah sendiri hasil bumi sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat, terutama para petani kelapa.

Selama ini kelapa kita lebih banyak dijual keluar dalam bentuk mentah, tetapi kini kita mulai masuk ke tahap hilirisasi, mengolah sendiri hasil bumi kita,” katanya.

Menurut Anwar, pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 400 ribu ton bahan baku kelapa. Kapasitas tersebut dinilai akan membuka pasar yang luas bagi hasil panen petani dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan kapasitas mencapai 400 ribu ton bahan baku, peluang yang terbuka bagi petani sangat besar dan akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Gubernur juga menyebut pembangunan industri kelapa ini sebagai momentum untuk mengembalikan identitas Sulawesi Tengah sebagai daerah penghasil kelapa yang dikenal dengan sebutan “tanah nyiur melambai”.

Momentum ini sekaligus menjadi jalan untuk mengembalikan jati diri Sulawesi Tengah sebagai tanah ‘nyiur melambai’,” ujarnya.

Meski demikian, Anwar mengingatkan bahwa produksi kelapa di Sulawesi Tengah saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri dengan kapasitas sebesar itu. Karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sektor perkebunan kelapa.

Produksi kita saat ini masih belum mencukupi kebutuhan industri tersebut. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sektor kelapa, meningkatkan produksi, dan memastikan manfaat besar ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen mendorong pengembangan perkebunan kelapa melalui peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu menjadi pemasok utama bagi industri pengolahan di Morowali. (bar/*)


 

IKLAN