Dimediasi, Situasi Nunu dan Anoa Kondusif

Daftar Isi
MEDIASI
- Situasi di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, dipastikan kembali kondusif pascainsiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan perumahan.

Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

PALU, Radar Sulteng – Kepolisian memastikan situasi di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, kembali kondusif pada Rabu (22/7/2026), sehari setelah insiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan perumahan yang sempat memicu keresahan di kalangan warga kedua wilayah tersebut.

Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena melalui Kapolsek Palu Selatan AKP Kasim Bohari menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari percekcokan rumah tangga antara sepasang suami istri di Perumahan MR Palu pada Selasa malam. Korban berinisial MA, yang bertugas sebagai petugas keamanan di kawasan tersebut, berupaya melerai pertengkaran.

Namun, teguran yang disampaikan korban justru membuat salah satu pihak merasa tidak terima. Setelah sempat meninggalkan lokasi, pelaku kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga melakukan penganiayaan terhadap MA.

Setelah ditegur, pelaku sempat pergi. Namun kemudian kembali bersama teman-temannya dan melakukan tindak penganiayaan," ujar AKP Kasim Bohari kepada awak media.

Akibat kejadian itu, MA mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Polisi telah mengamankan satu terduga pelaku berinisial AD. Saat ini, penanganan perkara telah dilimpahkan kepada penyidik Polresta Palu bersama barang bukti yang telah diamankan.

AKP Kasim menegaskan, selain mengedepankan mediasi antarwarga, proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait adanya dugaan bentrokan antarwarga.

Perlu saya sampaikan di sini, tidak ada penyerangan antara warga. Spontanitas dari keluarga korban, karena mendengar informasi bahwa keluarganya dianiaya, mereka langsung datang untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit," tegasnya.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, personel gabungan dari Polsek Palu Selatan, Polresta Palu, dan Subsektor Tatanga disiagakan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Jembatan Lalove yang menjadi perbatasan kedua kelurahan.

Pengamanan dilakukan sejak malam kejadian hingga Rabu (22/7/2026) dan masih terus berlangsung sebagai langkah antisipasi agar situasi tetap aman dan kondusif.

Atas arahan Kapolresta Palu, kepolisian juga menggelar mediasi dengan menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa di Mapolresta Palu pada malam kejadian.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Para tokoh masyarakat kemudian diminta menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

AKP Kasim mengingatkan bahwa masyarakat Nunu dan Anoa memiliki hubungan kekerabatan yang erat sehingga diharapkan dapat menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan.

Antara Nunu dan Anoa ini masih keluarga. Jadi enak untuk menyelesaikannya," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum merilis jumlah pihak yang telah diperiksa karena proses penyidikan masih terus berlangsung. Polisi kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (bar/*)

 


 

IKLAN