Bus Trans Palu Berhenti Sementara, ASN Diminta Menyesuaikan Moda Transportasi
MODA UMUM - ASN dan masyarakat umum saat menggunakan BRT Palu. Foto Radar Sulteng
PALU, Radar Sulteng – Masyarakat Kota Palu untuk sementara harus kehilangan akses layanan Bus Trans Palu. Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menghentikan operasional transportasi massal tersebut selama enam hari, mulai Sabtu (26/07/2026) hingga Kamis (31/07/2026), guna melakukan pembenahan menyeluruh terhadap armada dan sistem pelayanan di tengah upaya menghadirkan transportasi publik yang lebih layak.
Keputusan itu membuat pengguna Bus tersebut
termasuk aparatur sipil negara (ASN), harus mencari alternatif transportasi
selama proses pembenahan berlangsung.
Dinas Perhubungan Kota Palu memanfaatkan masa
penghentian untuk memperbaiki seluruh armada dan mengevaluasi sarana dan
prasarana, kinerja pengemudi, standar operasional prosedur (SOP), koridor
pelayanan, halte, hingga jalur lintasan.
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti
Pettalolo, memastikan penghentian layanan tidak mengganggu aktivitas
pemerintahan. ASN tetap menjalankan tugas dengan memanfaatkan kendaraan dinas
maupun kendaraan pribadi sesuai kebutuhan.
Bukan berarti para ASN tidak masuk ke kantor. Silakan mereka menggunakan kendaraannya, kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi, dan setelah itu bisa menggunakan lagi transportasi umum yang ada,” ujar Irmayanti saat ditemui di kantor Wali Kota Palu, Jalan Balai Kota Timur, Senin (27/07/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak mengubah
komitmen pemerintah dalam menjalankan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak
(BBM). ASN tetap diimbau memanfaatkan fasilitas transportasi publik ketika
layanan telah kembali tersedia.
Karena memang kita lagi efisiensi penggunaan BBM, jadi kami himbau kepada seluruh ASN. Jadi dalam efisiensi ini, manfaatkan fasilitas publik yang ada. Karena dengan memanfaatkan fasilitas publik, ini juga akan mengurangi pembiayaan transportasi bagi ASN,” katanya.
Irmayanti menegaskan penerapan kebijakan itu
dilakukan secara rasional. ASN yang rumahnya lebih dekat dengan kantor tidak
harus menuju halte apabila penggunaan kendaraan pribadi lebih efektif.
Kalau memang rumahnya lebih dekat dengan kantor, dia tidak perlu mencari halte yang jauh dari rumahnya untuk ke kantor,” tegasnya.
Pemkot Palu pun menargetkan seluruh proses
pembenahan rampung sesuai jadwal sehingga Bus Trans Palu kembali melayani
masyarakat mulai 1 Agustus mendatang. (Cr1)
.png)

