65 Persen Pengadaan Sudah via e-Katalog, Wagub Ingatkan PPK dan PPTK Pahami Aturan
PALU, Radar Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui peningkatan pemahaman aparatur terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr.
Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Semester I Tahun 2026 sekaligus
menyampaikan materi penguatan pengadaan barang dan jasa di Ruang Pogombo,
Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa rapat
koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai tugas dan tanggung jawab
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta
seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa agar pelaksanaannya
berjalan tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Seluruh proses pengadaan harus dilaksanakan sesuai aturan dan memiliki dasar yang jelas. Setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan didasarkan pada kepentingan pribadi, tetapi semata-mata demi kepentingan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa setiap tahapan pengadaan
harus dilaksanakan secara berurutan, mulai dari input kegiatan pada Sistem
Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), penyusunan Standar Satuan Harga (SSH),
pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui SiRUP, penyusunan Kerangka Acuan
Kerja (KAK), spesifikasi teknis, hingga penyelesaian administrasi pembayaran.
Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen
pengadaan, seperti RUP, KAK, spesifikasi teknis, kontrak, invoice atau bukti
penerimaan barang, serta dokumen pendukung lainnya. Menurutnya, administrasi
yang tidak lengkap berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
Inspektorat, maupun KPK.
Jangan pernah menganggap dokumen administrasi sebagai pelengkap. Justru administrasi yang lengkap menjadi bukti bahwa seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa sekitar 65
persen pengadaan pemerintah saat ini telah dilakukan melalui e-Katalog. Oleh
karena itu, PPK dan PPTK diharapkan memahami seluruh mekanisme dalam sistem
tersebut agar proses pengadaan berlangsung lebih efektif, transparan, dan
sesuai spesifikasi teknis.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk
menghindari berbagai permasalahan, seperti kegiatan yang belum tercantum dalam
RUP, perubahan kebutuhan akibat perencanaan yang kurang baik, maupun penyusunan
spesifikasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan riil.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara PPK dan PPTK menjadi
kunci keberhasilan pelaksanaan program. PPTK bertugas mengendalikan pelaksanaan
kegiatan, memantau progres fisik dan keuangan, serta menyiapkan administrasi,
sedangkan kewenangan dalam pengambilan keputusan kontraktual tetap berada pada
PPK.
PPK dan PPTK harus saling berkoordinasi dan saling mendukung. Jangan bekerja sendiri-sendiri karena keberhasilan pelaksanaan kegiatan merupakan tanggung jawab bersama," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga meminta OPD
mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar target penyerapan anggaran
dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr.
Dra. Novalina, M.M, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK), serta pemangku kepentingan lainnya. (bar/*)
.png)

